Sering Pegal Saat Bangun Tidur? Kenali 8 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Sering Pegal Saat Bangun Tidur? Kenali 8 Penyebab dan Cara Mengatasinya

--Ilustrasi gambar

PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Bangun tidur seharusnya membuat tubuh terasa lebih segar setelah beristirahat sepanjang malam. Namun, tidak sedikit orang justru merasakan badan sakit, kaku, atau pegal saat baru membuka mata di pagi hari.

Keluhan tersebut bisa terasa di berbagai bagian tubuh, mulai dari leher, bahu, punggung, pinggang hingga kaki. Pada sebagian orang, rasa pegal akan berkurang setelah tubuh mulai bergerak. Namun, jika keluhan berlangsung terus-menerus atau semakin berat, kondisi tersebut sebaiknya tidak dianggap sebagai hal biasa.

Lantas, mengapa badan sering terasa sakit dan pegal setelah Bangun tidur?

1. Tubuh terlalu lama berada dalam posisi yang sama

Selama tidur, tubuh berada dalam kondisi relatif tidak bergerak selama berjam-jam. Ketika otot dan persendian berada dalam posisi yang sama terlalu lama, tubuh dapat terasa kaku ketika seseorang mulai bangun.

Kondisi ini terutama bisa dirasakan pada punggung, leher, pinggang, bahu, dan persendian tertentu.

Kurangnya gerakan juga dapat membuat otot terasa tegang. Karena itu, rasa kaku atau pegal setelah Bangun tidur terkadang berangsur membaik setelah berjalan, melakukan peregangan ringan, atau mulai menjalankan aktivitas.

2. Posisi tidur kurang tepat

Posisi tidur menjadi salah satu hal yang dapat memengaruhi kondisi tubuh ketika bangun pagi.

Posisi tidur yang membuat tulang belakang tidak berada dalam posisi nyaman dapat memberikan tekanan pada punggung dan leher selama berjam-jam. Cleveland Clinic menyebut Posisi tidur, kurang bergerak, kasur, serta kondisi tertentu sebagai beberapa faktor yang dapat berkontribusi terhadap nyeri punggung pada pagi hari.

Misalnya, tidur tengkurap dapat memberikan tekanan lebih besar pada punggung. Sementara itu, orang yang tidur menyamping dapat mencoba menggunakan bantal di antara lutut untuk membantu menjaga posisi tulang belakang, panggul, dan pinggul tetap lebih sejajar.

Mayo Clinic juga menyarankan penggunaan bantal di bawah lutut bagi orang yang tidur telentang karena dapat membantu mengurangi tekanan pada punggung.

3. Bantal atau kasur kurang mendukung tubuh

Bukan hanya Posisi tidur yang perlu diperhatikan. Kondisi kasur dan bantal juga dapat memengaruhi rasa nyaman selama tidur.

Kasur yang terlalu keras atau terlalu empuk, misalnya, dapat membuat tubuh berada dalam posisi yang kurang nyaman. Begitu pula dengan bantal yang terlalu tinggi atau rendah sehingga posisi leher tidak sejajar dengan tubuh.

Jika rasa pegal terutama muncul setelah tidur dan berulang pada bagian tubuh yang sama, kondisi tempat tidur layak menjadi salah satu hal yang dievaluasi.

4. Aktivitas fisik sehari sebelumnya

Badan pegal pada pagi hari juga bisa berkaitan dengan aktivitas yang dilakukan pada hari sebelumnya.

Berolahraga lebih berat dari biasanya, mengangkat barang, melakukan pekerjaan rumah dalam waktu lama, atau aktivitas yang menggunakan kelompok otot tertentu dapat menyebabkan otot terasa nyeri setelahnya.

Rasa pegal akibat aktivitas biasanya akan membaik secara bertahap. Namun, nyeri yang sangat berat, disertai pembengkakan, kelemahan, atau tidak kunjung membaik perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

5. Kurang bergerak dalam keseharian

Kebiasaan terlalu lama duduk dan minim aktivitas fisik juga dapat membuat tubuh terasa kaku.

Otot dan persendian membutuhkan gerakan agar tetap berfungsi dengan baik. Kurangnya aktivitas dapat menyebabkan otot menjadi lebih kaku dan menimbulkan ketegangan di area tertentu.

Karena itu, selain memperhatikan kualitas tidur, kebiasaan bergerak pada siang hari juga penting. Jalan kaki, peregangan ringan, atau aktivitas fisik dengan intensitas sesuai kemampuan dapat membantu menjaga tubuh tetap aktif.

6. Usia dapat memengaruhi kondisi persendian

Seiring bertambahnya usia, keluhan kaku dan nyeri pada persendian juga dapat lebih sering muncul.

Salah satu kondisi yang perlu diperhatikan adalah osteoarthritis atau pengapuran sendi. Menurut Mayo Clinic, gejala osteoarthritis dapat berupa nyeri dan kekakuan, yang pada sebagian orang lebih terasa ketika Bangun tidur atau setelah lama tidak bergerak. Kondisi ini paling sering mengenai lutut, pinggul, tangan, dan tulang belakang.

Artinya, rasa pegal sesekali setelah tidur belum tentu menunjukkan penyakit tertentu. Namun, apabila keluhan muncul berulang dan mengganggu aktivitas, penyebabnya perlu diperiksa.

7. Bisa menjadi tanda masalah pada sendi

Rasa kaku pada pagi hari juga dapat berkaitan dengan jenis radang sendi tertentu.

Rheumatoid arthritis, misalnya, dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kekakuan sendi yang biasanya lebih berat pada pagi hari atau setelah tubuh lama tidak bergerak. Kekakuan pada kondisi ini dapat berlangsung lebih lama dibandingkan kekakuan yang umum terjadi setelah Bangun tidur.

Karena itu, penting memperhatikan pola keluhan. Apakah pegal hanya berlangsung beberapa menit dan kemudian membaik, atau justru bertahan lama setiap pagi?

8. kualitas tidur yang kurang baik

Tidur yang tidak berkualitas juga dapat membuat tubuh terasa tidak bugar ketika bangun.

Seseorang mungkin tidur cukup lama, tetapi jika sering terbangun atau posisi tidurnya tidak nyaman, tubuh belum tentu mendapatkan istirahat yang optimal.

Nyeri dan tidur juga dapat saling memengaruhi. Nyeri dapat mengganggu tidur, sedangkan kualitas tidur yang buruk dapat membuat seseorang lebih sensitif terhadap rasa sakit.

Bagaimana agar badan tidak terlalu pegal saat Bangun tidur?

Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dicoba untuk membantu mengurangi rasa kaku setelah Bangun tidur.

Pertama, jangan langsung melakukan gerakan mendadak ketika baru membuka mata. Berikan waktu beberapa saat untuk menggerakkan tangan dan kaki secara perlahan.

Selanjutnya, lakukan peregangan ringan sebelum mulai beraktivitas. Gerakan sederhana seperti memutar bahu secara perlahan, meregangkan tangan dan kaki, atau berjalan santai di sekitar rumah dapat membantu tubuh beradaptasi setelah lama tidak bergerak.

Perhatikan pula Posisi tidur dan kondisi bantal serta kasur. Jika keluhan selalu muncul di bagian tubuh tertentu, coba evaluasi apakah Posisi tidur atau perlengkapan tidur menjadi pemicunya.

Aktivitas fisik rutin dengan intensitas yang sesuai juga dapat membantu menjaga kekuatan otot dan mobilitas persendian.

Kapan pegal setelah Bangun tidur perlu diperiksa?

Rasa pegal ringan yang sesekali terjadi biasanya tidak selalu menunjukkan masalah serius. Namun, jangan mengabaikannya jika keluhan terus berulang atau semakin mengganggu.

Menurut NHS, seseorang sebaiknya mendapatkan pemeriksaan medis apabila nyeri sendi tidak membaik setelah ditangani di rumah selama sekitar dua minggu, semakin parah atau berulang, mengganggu aktivitas maupun tidur, atau kekakuan sendi berlangsung lebih dari 30 menit setelah Bangun tidur.

Terlebih jika rasa sakit disertai sendi bengkak, terasa panas, kemerahan, kelemahan, atau gejala lain yang tidak biasa.

Dengan demikian, badan terasa sakit dan pegal saat Bangun tidur tidak selalu berarti tubuh “salah posisi” semata. Kebiasaan tidur, posisi tubuh, aktivitas sehari-hari, kurang bergerak, kondisi tempat tidur hingga masalah persendian dapat menjadi beberapa faktor yang berperan.

Jika keluhan hanya sesekali dan segera membaik setelah tubuh bergerak, perubahan kebiasaan tidur dan aktivitas bisa menjadi langkah awal. Namun, pegal yang terus-menerus atau disertai gejala lain sebaiknya tidak dianggap sebagai bagian normal dari bertambahnya usia dan perlu dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

Sumber: