Bukan Sekadar Hobi, Ini Deretan Ikan Hias Mahal yang Banyak Dipelihara
--Ilustrasi gambar
PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Memelihara ikan hias bukan lagi sekadar hobi untuk mengisi akuarium di rumah. Bagi sebagian penghobi, ikan dengan warna, bentuk tubuh, corak, dan kualitas tertentu justru menjadi koleksi bernilai tinggi.
Di Indonesia, sejumlah jenis ikan hias air tawar dikenal memiliki harga yang cukup mahal. Nilainya bahkan dapat mencapai jutaan hingga puluhan juta rupiah untuk ikan dengan kualitas tertentu.
Harga tersebut tidak selalu ditentukan hanya berdasarkan jenis ikan. Ukuran, warna, corak, bentuk tubuh, kualitas sirip, kelangkaan hingga reputasi indukan dapat memengaruhi nilai seekor ikan.
Lantas, apa saja ikan mahal yang banyak dipelihara penghobi di Indonesia?
1. Ikan Arwana
Arwana menjadi salah satu nama yang hampir selalu masuk dalam pembicaraan mengenai ikan hias bernilai tinggi.
Jenis seperti Arwana super red dan golden dikenal memiliki daya tarik tersendiri. Warna sisik yang mencolok, bentuk tubuh memanjang dan gerakannya yang anggun membuat ikan ini memiliki banyak penggemar.
Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mencatat Arwana Asia (Scleropages formosus) sebagai jenis yang memiliki ketentuan perlindungan dan pemanfaatan tertentu. Untuk hasil pengembangbiakan, pemerintah menetapkan harga patokan berbeda berdasarkan varietasnya, termasuk Super Red, Golden, Banjar dan Hijau.
Karena itu, pemeliharaan dan perdagangan Arwana tidak bisa disamakan dengan ikan hias biasa. Penghobi perlu memperhatikan asal-usul dan ketentuan yang berlaku.
2. Ikan Koi
Koi merupakan ikan hias yang populer di Indonesia dan banyak dipelihara di kolam rumah maupun area komersial.
Daya tarik utama Koi terletak pada pola warna di tubuhnya. Kombinasi merah, putih, hitam, kuning dan warna lainnya dapat membentuk corak yang menjadi ciri khas masing-masing ikan.
Harga Koi juga sangat bervariasi. Ikan berukuran kecil dapat relatif terjangkau, sedangkan Koi berukuran besar dengan kualitas dan pola tertentu bisa memiliki nilai jauh lebih tinggi.
Dokumen standar harga pemerintah daerah juga menunjukkan adanya perbedaan nilai yang cukup besar berdasarkan ukuran Koi, termasuk untuk indukan berukuran 40–60 cm dan 65–75 cm.
3. Ikan Louhan
Louhan pernah menjadi salah satu ikan hias yang sangat populer di Indonesia dan hingga kini masih memiliki komunitas penghobi.
Ciri paling mudah dikenali dari Louhan adalah tonjolan atau jenong pada bagian kepalanya. Selain itu, corak mutiara pada tubuh serta warna merah yang kuat menjadi karakter yang banyak diperhatikan penghobi.
Nilai ikan Louhan sangat bergantung pada kualitas setiap ekor. Bahkan, laporan mengenai pasar Louhan di Yogyakarta pada 2026 menyebut harga ikan berkualitas dapat mencapai puluhan juta rupiah.
Artinya, dua ikan dari jenis yang sama belum tentu mempunyai harga yang sama.
4. Ikan Discus
Discus memiliki bentuk tubuh pipih dan warna yang menarik sehingga menjadi salah satu ikan favorit penghobi akuarium air tawar.
Jenis ini membutuhkan perhatian lebih dalam pemeliharaan, terutama terkait kualitas air dan kondisi lingkungan akuarium. Perawatan yang lebih menantang tersebut turut membuat ikan Discus memiliki pasar tersendiri di kalangan penghobi.
Dalam salah satu penelitian mengenai perdagangan ikan hias, harga Discus yang dijual di pasar ikan hias dapat berada pada kisaran ratusan ribu rupiah per ekor, tergantung kondisi dan ukurannya.
Untuk varian tertentu dengan kualitas unggul, nilainya tentu dapat berbeda jauh dari harga ikan standar.
5. Ikan Channa
Ikan Channa atau gabus hias juga semakin dikenal di kalangan penghobi ikan predator.
Salah satu jenis yang memiliki nilai tinggi adalah Channa barca. Penampilannya yang khas dan ketersediaannya yang relatif terbatas membuat jenis tertentu dapat memiliki harga tinggi.
Namun, harga Channa sangat bergantung pada spesies, ukuran, warna, pola tubuh dan kondisi ikan. Tidak semua Channa otomatis memiliki harga mahal.
Penghobi juga perlu memahami karakter ikan sebelum membelinya karena ikan predator memiliki kebutuhan pemeliharaan yang berbeda dibandingkan ikan komunitas.
Mengapa Harga Ikan Hias Bisa Sangat Mahal?
Harga ikan hias tidak hanya ditentukan oleh biaya membesarkan ikan. Faktor estetika dan kelangkaan juga berperan besar.
Warna yang menarik, corak yang dianggap ideal, bentuk tubuh, ukuran, kualitas sirip, garis keturunan dan reputasi breeder dapat membuat harga seekor ikan meningkat.
Sebuah penelitian mengenai perdagangan ikan hias di Indonesia menemukan bahwa variasi harga dapat dipengaruhi antara lain oleh merek atau reputasi produk, kelangkaan, serta warna, bentuk dan corak ikan.
Itulah sebabnya harga ikan hias tidak bisa dipukul rata berdasarkan jenisnya saja.
Mahal Bukan Berarti Cocok untuk Semua Penghobi
Harga pembelian hanyalah salah satu hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memelihara ikan hias.
Ikan berukuran besar membutuhkan akuarium atau kolam yang sesuai. Kebutuhan filter, kualitas air, pakan, listrik dan perawatan juga harus diperhitungkan.
Untuk ikan tertentu, biaya perawatan bahkan dapat menjadi pengeluaran rutin yang cukup besar.
Karena itu, calon penghobi sebaiknya tidak hanya tertarik pada harga jual atau penampilan ikan, tetapi juga mempelajari kebutuhan hidupnya.
Perhatikan Asal-Usul dan Aturan Perdagangan
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memastikan ikan diperoleh melalui jalur yang legal dan bertanggung jawab.
Khusus untuk jenis ikan yang memiliki status perlindungan atau aturan pemanfaatan tertentu, calon pemilik perlu memahami ketentuan yang berlaku.
Arwana Asia, misalnya, termasuk jenis yang memiliki aturan khusus terkait perlindungan dan pemanfaatannya di Indonesia.
Dengan demikian, hobi memelihara ikan tidak hanya soal mendapatkan koleksi yang indah, tetapi juga memastikan aktivitas tersebut tidak melanggar aturan maupun merugikan kelestarian ikan.
Ikan Hias Bisa Menjadi Hobi Sekaligus Peluang
Tingginya minat terhadap ikan hias membuat sektor ini tidak hanya menarik bagi kolektor, tetapi juga membuka peluang bagi pembudidaya dan pelaku usaha.
Ikan dengan kualitas tertentu dapat memiliki nilai jual tinggi, terutama ketika permintaan pasar bertemu dengan ketersediaan yang terbatas.
Namun, harga ikan dapat berubah mengikuti tren dan kondisi pasar. Karena itu, menjadikan ikan hias sebagai investasi atau bisnis tetap membutuhkan pengetahuan mengenai budidaya, pemasaran dan risiko pasar.
Pada akhirnya, Arwana, Koi, Louhan, Discus hingga Channa menunjukkan bahwa dunia ikan hias memiliki segmen pasar yang sangat beragam.
Bagi penghobi, nilai utama mungkin terletak pada keindahan dan kepuasan merawat ikan. Namun bagi kolektor dan pembudidaya, kualitas tertentu dapat membuat seekor ikan memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.
Sumber: