Ketika Malam Tak Lagi Ramah: Kisah Insomnia dan Cara Mengatasinya
Ketika Malam Tak Lagi Ramah: Kisah Insomnia dan Cara Mengatasinya-BBC.com-
PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Malam seharusnya menjadi waktu tubuh beristirahat. Namun bagi sebagian orang, malam justru terasa panjang dan melelahkan. Mata terpejam, lampu sudah dimatikan, tetapi pikiran terus berputar tanpa henti. Jam dinding bergerak pelan, sementara rasa kantuk tak kunjung datang. Kondisi inilah yang sering dialami oleh mereka yang mengalami insomnia.
insomnia bukan sekadar sulit tidur sesekali. Gangguan ini bisa membuat seseorang terjaga berjam-jam di malam hari, sering terbangun, atau bangun terlalu pagi dengan tubuh yang masih terasa lelah. Jika berlangsung terus-menerus, insomnia dapat memengaruhi suasana hati, konsentrasi, hingga kesehatan secara keseluruhan.
Banyak faktor yang memicu insomnia. Tekanan pekerjaan, stres emosional, kebiasaan bermain gawai sebelum tidur, hingga pola hidup yang tidak teratur sering menjadi penyebab utama. Tanpa disadari, kebiasaan kecil di siang dan malam hari turut menentukan kualitas tidur seseorang.
Untuk membantu mengatasinya, ada sejumlah tips mengatasi insomnia yang bisa diterapkan secara perlahan namun konsisten. Salah satunya adalah membangun rutinitas tidur yang teratur. Tidur dan bangun di jam yang sama setiap hari membantu tubuh mengenali kapan waktunya beristirahat.
Suasana kamar juga memegang peranan penting. Kamar tidur yang tenang, lampu redup, dan suhu ruangan yang nyaman dapat memberi sinyal pada tubuh bahwa waktu tidur telah tiba. Sebaliknya, cahaya terang dari layar ponsel atau televisi justru membuat otak tetap aktif dan sulit rileks.
Perhatian terhadap asupan harian juga tidak kalah penting. Mengurangi konsumsi kopi atau minuman berkafein di sore hari dapat membantu tubuh lebih siap untuk tidur. Makan terlalu larut dan dalam porsi besar pun sebaiknya dihindari agar pencernaan tidak bekerja keras saat waktu istirahat.
Aktivitas fisik menjadi cara lain yang efektif. Olahraga ringan hingga sedang secara rutin dapat membantu tubuh merasa lebih lelah secara alami. Namun, olahraga sebaiknya dilakukan beberapa jam sebelum tidur agar tubuh memiliki waktu untuk menenangkan diri.
Meski demikian, jika insomnia terus berlanjut dan mulai mengganggu aktivitas harian, mencari bantuan tenaga kesehatan menjadi langkah bijak. Penanganan yang tepat dapat membantu menemukan penyebab utama insomnia dan mencegah dampak jangka panjang.
Tidur yang berkualitas bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar. Dengan memahami penyebab dan menerapkan tips mengatasi insomnia secara konsisten, malam yang panjang dan melelahkan perlahan bisa kembali menjadi waktu istirahat yang menenangkan.
Sumber: