Fenomena Lucid Dream, Antara Kesadaran dan Alam Bawah Sadar

Fenomena Lucid Dream, Antara Kesadaran dan Alam Bawah Sadar

Fenomena Lucid Dream, Antara Kesadaran dan Alam Bawah Sadar-pbmainstream.com-

PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Pernah terbangun dari tidur dengan perasaan seolah mimpi terasa sangat nyata? Dalam beberapa kasus, seseorang bahkan menyadari bahwa dirinya sedang bermimpi, namun tetap berada di dalam mimpi tersebut. Fenomena ini dikenal sebagai lucid dream.

Lucid dream merupakan kondisi ketika seseorang sadar bahwa dirinya sedang bermimpi, tetapi belum sepenuhnya terbangun. Kesadaran ini membuat sebagian orang mampu mengendalikan alur mimpi, mulai dari lingkungan, tindakan, hingga keputusan yang diambil di dalam mimpi.

Fenomena lucid dream telah lama menarik perhatian peneliti dan praktisi kesehatan tidur. Kondisi ini umumnya terjadi pada fase tidur Rapid Eye Movement (REM), yaitu tahap tidur ketika aktivitas otak meningkat dan mimpi muncul lebih intens.

Meski terdengar unik, lucid dream tidak dialami oleh semua orang. Beberapa faktor seperti kualitas tidur, kebiasaan tidur, serta tingkat kesadaran diri disebut berpengaruh terhadap kemunculannya. Orang yang rutin mencatat mimpi atau memiliki kesadaran tinggi terhadap pola tidurnya dilaporkan lebih sering mengalami lucid dream.

BACA JUGA:Ketika Malam Tak Lagi Ramah: Kisah Insomnia dan Cara Mengatasinya

Di sisi lain, lucid dream juga kerap dikaitkan dengan manfaat tertentu, seperti membantu mengatasi mimpi buruk berulang atau menjadi sarana eksplorasi pikiran bawah sadar. Namun, jika terjadi terlalu sering atau disertai gangguan tidur, kondisi ini tetap perlu diperhatikan.

Menjaga pola tidur yang sehat menjadi kunci penting. Tidur cukup, menghindari begadang, serta menciptakan lingkungan tidur yang nyaman dapat membantu menjaga kualitas tidur secara keseluruhan. Dengan begitu, pengalaman lucid dream dapat dipahami sebagai bagian alami dari proses tidur, bukan gangguan yang perlu ditakuti.

Pemahaman yang tepat mengenai lucid dream dapat membantu masyarakat mengenali pengalaman tidurnya sendiri. Alih-alih dianggap mistis, fenomena ini kini semakin dipahami dari sudut pandang ilmiah dan kesehatan tidur.

Sumber: