Tradisi Menjelang Imlek, Warisan Budaya yang Menyatukan Keluarga

Tradisi Menjelang Imlek, Warisan Budaya yang Menyatukan Keluarga

Tradisi Menjelang Imlek, Warisan Budaya yang Menyatukan Keluarga-BeautyJournal-

PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu diawali dengan berbagai persiapan yang sarat makna. Tradisi menjelang Imlek bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan warisan budaya yang mencerminkan harapan akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Salah satu tradisi yang paling umum dilakukan adalah membersihkan rumah secara menyeluruh. Kegiatan ini dipercaya sebagai simbol membuang kesialan dan energi negatif yang tertinggal sepanjang tahun sebelumnya. Rumah yang bersih diharapkan menjadi awal yang baik untuk menyambut keberuntungan.

Selain itu, masyarakat Tionghoa juga mulai menghias rumah dengan ornamen bernuansa merah dan emas. Warna merah melambangkan kebahagiaan serta perlindungan dari hal buruk, sementara emas identik dengan kemakmuran. Hiasan seperti lampion, kaligrafi keberuntungan, dan kertas ucapan Imlek mulai menghiasi rumah-rumah dan ruang publik.

BACA JUGA:Drama Korea Ringan yang Cocok Ditonton Saat Waktu Santai

Tradisi menjelang Imlek juga erat kaitannya dengan sembahyang leluhur. Ritual ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu serta ungkapan rasa syukur atas perlindungan dan rezeki yang telah diterima. Melalui sembahyang ini, nilai kekeluargaan dan penghormatan terhadap asal-usul tetap dijaga lintas generasi.

Tak kalah penting, persiapan makanan khas Imlek menjadi agenda tersendiri. Hidangan seperti kue keranjang, manisan, dan berbagai sajian simbol keberuntungan mulai disiapkan untuk disantap bersama keluarga. Momen ini menjadi sarana mempererat hubungan keluarga sekaligus menjaga tradisi kuliner khas Tionghoa.

Di tengah perkembangan zaman, tradisi menjelang Imlek tetap bertahan dan beradaptasi. Tidak hanya dijalankan secara privat dalam keluarga, sejumlah tradisi juga kini menjadi bagian dari kegiatan budaya yang terbuka dan dinikmati masyarakat luas, mencerminkan semangat keberagaman di Indonesia.

Sumber: