Jangan Panik! Begini Cara Mengatasi Gumoh pada Bayi agar Tetap Nyaman
--Ilustrasi gambar
PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Gumoh pada bayi sering kali membuat orang tua panik, terutama bagi pasangan yang baru memiliki anak pertama. Padahal, kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi, khususnya pada bayi usia 0 hingga 6 bulan. Gumoh biasanya terjadi ketika sebagian kecil susu keluar kembali dari mulut bayi setelah menyusu.
Meski terlihat mengkhawatirkan, gumoh umumnya bukan tanda masalah serius jika bayi tetap aktif, berat badan bertambah, dan tidak menunjukkan tanda ketidaknyamanan berlebihan. Namun, orang tua tetap perlu memahami penyebab dan cara mengatasinya agar si kecil tetap nyaman saat menyusu.
Apa Itu Gumoh pada bayi?
Gumoh adalah kondisi ketika susu yang telah diminum bayi keluar kembali dari mulut dalam jumlah kecil, biasanya disertai sendawa atau terjadi beberapa saat setelah menyusu.
Kondisi ini terjadi karena sistem pencernaan bayi, khususnya otot katup antara kerongkongan dan lambung, masih belum berkembang sempurna. Akibatnya, susu lebih mudah naik kembali ke kerongkongan.
Gumoh berbeda dengan muntah. Jika muntah biasanya keluar dengan tekanan kuat, gumoh cenderung mengalir perlahan dan jumlahnya sedikit.
Penyebab Bayi Sering Gumoh Saat Menyusu
Ada beberapa faktor yang dapat memicu bayi lebih sering gumoh, antara lain:
- Menyusu Terlalu Banyak - Perut bayi masih sangat kecil. Ketika asupan susu terlalu banyak dalam satu waktu, lambung bisa menjadi terlalu penuh sehingga susu lebih mudah keluar kembali.
- Posisi Menyusu Kurang Tepat - Posisi tubuh bayi yang terlalu datar saat menyusu dapat meningkatkan kemungkinan susu kembali naik ke kerongkongan.
- Terlalu Banyak Udara yang Tertelan - Saat menyusu, bayi terkadang ikut menelan udara, terutama jika pelekatan saat menyusu kurang tepat atau aliran dot terlalu cepat.
- Langsung Diajak Bergerak Setelah Menyusu - Menggendong terlalu aktif, mengguncang, atau mengajak bayi bermain setelah menyusu bisa membuat isi lambung lebih mudah naik.
Cara Mengatasi Gumoh pada bayi Saat Menyusu
Agar gumoh tidak terlalu sering terjadi, ada beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua.
1. Berikan ASI atau Susu dalam Porsi Kecil Tapi Lebih Sering
Dibanding memberi susu dalam jumlah besar sekaligus, lebih baik berikan dalam porsi lebih kecil namun lebih sering agar lambung bayi tidak terlalu penuh.
2. Perhatikan Posisi Menyusu
Pastikan posisi kepala bayi sedikit lebih tinggi dibanding tubuhnya saat menyusu. Posisi semi tegak dapat membantu susu lebih mudah turun ke lambung.
3. Sendawakan Bayi Setelah Menyusu
Menyendawakan bayi penting untuk membantu mengeluarkan udara yang tertelan. Gendong bayi secara tegak selama beberapa menit setelah menyusu sambil ditepuk lembut punggungnya.
4. Hindari Langsung Menidurkan Bayi dalam Posisi Datar
Setelah menyusu, usahakan bayi tetap dalam posisi tegak sekitar 20–30 menit sebelum ditidurkan agar susu tidak mudah naik kembali.
5. Hindari Tekanan Berlebih pada Perut Bayi
Pakaian atau popok yang terlalu ketat di area perut dapat memberi tekanan pada lambung dan memicu gumoh.
Kapan Gumoh Perlu Diwaspadai?
Meski umumnya normal, orang tua perlu lebih waspada jika gumoh disertai gejala tertentu, seperti:
- Bayi tampak kesakitan atau sangat rewel
- Berat badan sulit naik
- Gumoh berwarna hijau, kuning, atau bercampur darah
- Gumoh terjadi sangat sering dan dalam jumlah banyak
- Bayi mengalami sesak napas atau batuk terus-menerus setelah menyusu
Jika muncul tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga medis untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Gumoh Umumnya Akan Berkurang Seiring Pertumbuhan
Kabar baiknya, sebagian besar kasus gumoh akan berkurang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi, terutama ketika sistem pencernaan mulai matang dan bayi sudah bisa duduk.
Karena itu, orang tua tidak perlu terlalu panik. Dengan posisi menyusu yang tepat, pola pemberian susu yang sesuai, dan kebiasaan menyendawakan bayi, gumoh biasanya dapat dikurangi sehingga si kecil tetap nyaman dan tumbuh optimal.
Sumber: