Jangan Asal Memberi Air Putih pada Bayi, Ketahui Usia yang Tepat dan Risikonya
--Ilustrasi gambar
PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Banyak orang tua baru yang mengira bayi membutuhkan air putih untuk menghilangkan haus, terutama saat cuaca panas. Padahal, menurut rekomendasi tenaga kesehatan, bayi tidak dianjurkan minum air putih sebelum berusia 6 bulan.
Pada enam bulan pertama kehidupan, kebutuhan cairan bayi sudah sepenuhnya tercukupi melalui Air Susu Ibu (ASI) atau susu formula. Pemberian air putih terlalu dini justru dapat menimbulkan berbagai risiko bagi kesehatan bayi.
Mengapa Bayi di Bawah 6 Bulan Tidak Boleh Minum Air Putih?
Tubuh bayi masih berada dalam tahap perkembangan, termasuk fungsi ginjal yang belum bekerja seoptimal orang dewasa. Ginjal bayi belum mampu mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit secara sempurna.
Selain itu, lambung bayi berukuran sangat kecil. Jika diisi air putih, kapasitas untuk menerima ASI atau susu formula menjadi berkurang sehingga asupan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya dapat menurun.
ASI Sudah Mengandung Cukup Cairan
ASI terdiri dari sekitar 87 persen air, sehingga mampu memenuhi kebutuhan cairan bayi, bahkan ketika cuaca panas.
Selain air, ASI juga mengandung:
- Protein.
- Lemak sehat.
- Karbohidrat.
- Vitamin.
- Mineral.
- Antibodi yang membantu melindungi bayi dari infeksi.
Sementara itu, bayi yang mengonsumsi susu formula juga telah mendapatkan cairan yang cukup sesuai takaran penyajian yang dianjurkan.
Risiko Memberikan Air Putih Terlalu Dini
Memberikan air putih kepada bayi sebelum usia 6 bulan dapat meningkatkan risiko beberapa kondisi berikut.
1. Kekurangan Nutrisi
Air putih membuat bayi cepat kenyang sehingga frekuensi menyusu berkurang. Akibatnya, asupan kalori dan nutrisi penting yang dibutuhkan untuk pertumbuhan menjadi tidak optimal.
2. Keracunan Air (Water Intoxication)
Mengonsumsi air putih dalam jumlah berlebihan dapat mengencerkan kadar natrium di dalam darah. Kondisi ini dikenal sebagai water intoxication atau keracunan air.
Meski jarang terjadi, kondisi tersebut dapat menyebabkan gejala seperti:
- Bayi tampak sangat lemas.
- Rewel tanpa sebab yang jelas.
- Suhu tubuh menurun.
- Wajah atau tubuh tampak bengkak.
- Kejang pada kasus yang berat.
Karena itu, pemberian air putih pada bayi harus disesuaikan dengan usia dan kebutuhan.
3. Gangguan Penyerapan Nutrisi
Air putih tidak mengandung zat gizi yang dibutuhkan bayi. Jika terlalu banyak dikonsumsi, ruang di lambung akan terisi oleh cairan tanpa nilai gizi sehingga kebutuhan nutrisi harian tidak terpenuhi secara optimal.
Kapan Bayi Mulai Boleh Minum Air Putih?
Bayi umumnya mulai boleh diperkenalkan dengan air putih setelah berusia 6 bulan, yaitu ketika mulai mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI).
Namun, jumlahnya tetap sedikit dan hanya sebagai pelengkap. Pada usia ini, ASI atau susu formula masih menjadi sumber utama nutrisi.
Sebagai gambaran, bayi usia 6–12 bulan umumnya hanya membutuhkan beberapa teguk air putih setiap hari, terutama saat makan. Setelah berusia satu tahun, kebutuhan air putih akan meningkat seiring bertambahnya aktivitas dan variasi makanan.
Bagaimana Jika Cuaca Sangat Panas?
Meskipun cuaca sedang panas, bayi berusia di bawah 6 bulan tetap tidak memerlukan tambahan air putih.
Jika bayi tampak haus, cara terbaik adalah meningkatkan frekuensi pemberian ASI atau susu formula sesuai kebutuhan. Hal ini lebih aman sekaligus memastikan bayi tetap memperoleh nutrisi yang cukup.
Tanda Bayi Mendapat Cairan yang Cukup
Orang tua dapat memperhatikan beberapa tanda berikut untuk mengetahui apakah kebutuhan cairan bayi sudah terpenuhi:
- Buang air kecil secara teratur dengan warna urine kuning muda.
- Bibir dan mulut tampak lembap.
- Berat badan bertambah sesuai kurva pertumbuhan.
- Bayi terlihat aktif dan menyusu dengan baik.
Sebaliknya, jika bayi tampak lesu, jarang buang air kecil, atau mengalami tanda-tanda dehidrasi, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.
BACA JUGA:Bingung Siapkan MPASI Bayi 6 Bulan? Coba Menu Lembut dan Bergizi Ini
Bayi tidak dianjurkan minum air putih sebelum berusia 6 bulan karena seluruh kebutuhan cairannya telah dipenuhi oleh ASI atau susu formula. Pemberian air putih terlalu dini dapat meningkatkan risiko berkurangnya asupan nutrisi hingga gangguan keseimbangan elektrolit.
Setelah bayi memasuki usia 6 bulan dan mulai mengonsumsi MPASI, air putih boleh diperkenalkan secara bertahap dalam jumlah kecil. Dengan mengikuti anjuran tersebut, orang tua dapat membantu menjaga kesehatan sekaligus mendukung tumbuh kembang bayi secara optimal.
Sumber: