Tak Cuma Kopi, Ini Daftar Minuman yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur

Tak Cuma Kopi, Ini Daftar Minuman yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Tidur

--Ilustrasi gambar

PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Kopi selama ini dikenal sebagai minuman yang mampu mengusir kantuk berkat kandungan kafeinnya. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa ada sejumlah minuman lain yang juga berpotensi membuat seseorang sulit tidur, terutama jika dikonsumsi menjelang waktu istirahat.

Gangguan tidur tidak hanya dipengaruhi oleh stres atau kebiasaan bermain gawai sebelum tidur. Pilihan minuman yang dikonsumsi pada malam hari juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk rileks dan memasuki fase tidur yang berkualitas.

Berikut beberapa minuman yang dipercaya dapat membuat tidur menjadi lebih sulit.

1. Teh Hitam dan Teh Hijau

Meski sering dianggap lebih ringan dibanding kopi, teh hitam maupun teh hijau tetap mengandung kafein. Kandungan tersebut dapat merangsang sistem saraf sehingga tubuh tetap terjaga lebih lama. Semakin pekat seduhan teh, umumnya semakin tinggi kandungan kafeinnya. Karena itu, mengonsumsi teh pada malam hari berpotensi membuat waktu tidur menjadi lebih lama.

2. Minuman Energi

Minuman energi merupakan salah satu jenis minuman yang paling sering dikaitkan dengan gangguan tidur. Selain mengandung kafein dalam jumlah tinggi, produk ini biasanya diperkaya gula dan zat perangsang lain seperti taurin atau guarana. Kombinasi bahan tersebut dapat meningkatkan energi dan kewaspadaan selama beberapa jam sehingga kurang disarankan diminum menjelang waktu tidur.

3. Minuman Bersoda

Sebagian minuman bersoda, terutama jenis cola, juga mengandung kafein. Selain itu, kadar gula yang tinggi dapat meningkatkan energi dalam waktu singkat sehingga tubuh menjadi lebih sulit beristirahat. Tak hanya mengganggu tidur, konsumsi soda berlebihan juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko obesitas dan gangguan metabolisme.

4. Cokelat Panas

Banyak orang mengira cokelat panas adalah minuman yang menenangkan. Padahal, bubuk kakao secara alami mengandung kafein dan theobromine, yaitu senyawa yang dapat merangsang sistem saraf. Meski kadarnya lebih rendah dibanding kopi, bagi orang yang sensitif terhadap kafein, secangkir cokelat panas pada malam hari tetap bisa mengganggu kualitas tidur.

5. Matcha

Matcha menjadi minuman favorit karena kaya antioksidan. Namun, bubuk teh hijau asal Jepang ini memiliki kandungan kafein yang relatif lebih tinggi dibanding teh hijau biasa. Mengonsumsi matcha pada malam hari dapat meningkatkan fokus dan kewaspadaan sehingga waktu untuk tertidur menjadi lebih lama.

6. Minuman Beralkohol

Sebagian orang percaya alkohol membantu tidur lebih cepat. Faktanya, alkohol memang dapat menimbulkan rasa kantuk pada awalnya, tetapi justru mengganggu kualitas tidur di paruh malam. Akibatnya, seseorang lebih mudah terbangun dan sulit mendapatkan tidur yang nyenyak.

7. Minuman Tinggi Gula

Minuman kemasan dengan kandungan gula tinggi, seperti minuman rasa buah, boba, atau minuman manis lainnya, dapat memicu lonjakan kadar gula darah. Kondisi ini membuat tubuh lebih aktif sehingga proses relaksasi menjelang tidur menjadi terganggu.

Kapan Sebaiknya Berhenti Mengonsumsi Minuman Berkafein?

Setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap kafein. Namun, banyak ahli menyarankan untuk membatasi konsumsi minuman berkafein sekitar 6 hingga 8 jam sebelum waktu tidur, terutama bagi mereka yang sering mengalami insomnia atau sulit tidur.

Selain memperhatikan jenis minuman, menjaga jadwal tidur yang teratur, mengurangi paparan cahaya layar sebelum tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman juga dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.

BACA JUGA:Pecinta Kopi Wajib Tahu! Ini Perbedaan Jenis Kopi di Indonesia Beserta Plus Minusnya

Kopi bukan satu-satunya minuman yang berpotensi membuat seseorang sulit tidur. Teh, minuman energi, soda, matcha, cokelat panas, alkohol, hingga minuman tinggi gula juga dapat memengaruhi kualitas tidur, terutama jika dikonsumsi pada malam hari. Dengan memilih minuman yang tepat menjelang waktu tidur, tubuh akan lebih mudah beristirahat dan memperoleh tidur yang lebih berkualitas.

Sumber: