PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Isu kesehatan mental kini tidak lagi berada di ruang sunyi. Perlahan, masyarakat mulai membuka percakapan tentang perasaan, tekanan hidup, dan beban psikologis yang selama ini kerap dipendam sendiri. Apa yang dulu dianggap tabu, kini mulai dipahami sebagai bagian penting dari kesehatan secara menyeluruh.
Perubahan ini terlihat dari meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kondisi psikologis, terutama di tengah tuntutan hidup yang semakin kompleks. Tekanan pekerjaan, masalah ekonomi, relasi sosial, hingga paparan media digital yang berlebihan menjadi faktor yang memengaruhi kesehatan mental banyak orang. Kesehatan mental sendiri mencakup kemampuan seseorang dalam mengelola emosi, menghadapi stres, bekerja secara produktif, serta menjaga hubungan sosial yang sehat. Ketika kondisi ini terganggu, dampaknya tidak hanya dirasakan secara emosional, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan fisik dan kualitas hidup. Sayangnya, masih banyak orang yang menyepelekan tanda-tanda awal gangguan kesehatan mental. Rasa lelah berkepanjangan, mudah marah, sulit berkonsentrasi, hingga menarik diri dari lingkungan sekitar sering dianggap hal biasa. Padahal, jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi masalah yang lebih serius. BACA JUGA:Ketika Malam Tak Lagi Ramah: Kisah Insomnia dan Cara Mengatasinya Menjaga kesehatan mental dapat dimulai dari langkah sederhana. Mengenali batas kemampuan diri, memberi waktu untuk beristirahat, serta berani mengekspresikan perasaan menjadi fondasi penting. Aktivitas fisik ringan, tidur yang cukup, dan mengurangi konsumsi informasi berlebihan juga terbukti membantu menjaga keseimbangan mental. Selain itu, dukungan sosial memiliki peran besar. Berbagi cerita dengan orang terdekat atau mencari bantuan profesional bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kepedulian terhadap diri sendiri. Lingkungan yang suportif dapat membantu seseorang merasa diterima dan dipahami. Seiring meningkatnya kesadaran publik, kesehatan mental kini dipandang sebagai kebutuhan, bukan lagi sekadar isu pribadi. Dengan pemahaman yang tepat dan sikap terbuka, masyarakat diharapkan mampu menciptakan ruang yang lebih aman bagi siapa pun untuk menjaga dan memulihkan kesehatan mentalnya.Tak Lagi Tabu, Kesehatan Mental Mulai Dibicarakan Secara Terbuka
Senin 02-02-2026,20:23 WIB
Reporter : Rifaa Ayuni
Editor : Rifaa Ayuni
Tags : #kesehatan psikologis
#kesehatan mental
#kesehatan masyarakat
#kesehatan jiwa
#gaya hidup sehat
Kategori :
Terkait
Senin 02-02-2026,20:23 WIB
Tak Lagi Tabu, Kesehatan Mental Mulai Dibicarakan Secara Terbuka
Senin 02-02-2026,20:18 WIB
Ketika Malam Tak Lagi Ramah: Kisah Insomnia dan Cara Mengatasinya
Senin 28-07-2025,14:59 WIB
HUT ke-3 Papua Tengah: Nawipa Tegaskan Komitmen untuk Provinsi Sehat dan UMKM Tangguh
Rabu 02-07-2025,16:34 WIB
Ini 5 Rekomendasi Minuman yang Terbukti Menurunkan Risiko Demensia, Cocok untuk Lansia!
Rabu 02-07-2025,10:54 WIB
5 Tanda Kesehatan Mental Anda Mulai Terganggu, Jangan Diabaikan
Terpopuler
Selasa 03-02-2026,18:25 WIB
Tradisi Menjelang Imlek, Warisan Budaya yang Menyatukan Keluarga
Selasa 03-02-2026,18:38 WIB
Waspada GERD, Penyakit Asam Lambung yang Bisa Ganggu Aktivitas
Selasa 03-02-2026,18:31 WIB
Lebih dari Sekadar Hidangan, Ini Makna Makanan Khas Imlek
Terkini
Selasa 03-02-2026,18:38 WIB
Waspada GERD, Penyakit Asam Lambung yang Bisa Ganggu Aktivitas
Selasa 03-02-2026,18:31 WIB
Lebih dari Sekadar Hidangan, Ini Makna Makanan Khas Imlek
Selasa 03-02-2026,18:25 WIB
Tradisi Menjelang Imlek, Warisan Budaya yang Menyatukan Keluarga
Senin 02-02-2026,21:28 WIB
Nisfu Sya’ban, Momentum Spiritual Menjelang Bulan Suci
Senin 02-02-2026,20:37 WIB