PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Kucing dikenal sebagai hewan yang memiliki naluri alami untuk buang air di tempat tertentu. Namun, tidak sedikit pemilik yang mengeluhkan kucing peliharaannya tiba-tiba buang air kecil atau buang air besar di lantai, sofa, karpet, hingga sudut rumah.
Perilaku ini sering dianggap sebagai bentuk kenakalan. Padahal, dalam banyak kasus, kucing buang air sembarangan justru menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang mengganggunya, mulai dari litter box yang kurang bersih hingga masalah kesehatan. Agar masalah tidak berlarut-larut, penting bagi pemilik untuk mengetahui penyebabnya sekaligus cara mengatasinya dengan tepat. Mengapa Kucing Buang Air Sembarangan? Ada beberapa faktor yang dapat memicu perilaku tersebut, di antaranya: 1. Litter Box Kotor Kucing merupakan hewan yang sangat menyukai kebersihan. Jika kotak pasir jarang dibersihkan atau mengeluarkan bau menyengat, kucing bisa memilih tempat lain untuk buang air. Karena itu, bersihkan kotoran di litter box setiap hari dan ganti pasir secara berkala agar tetap higienis. 2. Lokasi Litter Box Kurang Tepat Peletakan kotak pasir juga memengaruhi kenyamanan kucing. Hindari menempatkannya di area yang bising, ramai dilalui orang, atau dekat dengan tempat makan dan minumnya. Pilih lokasi yang tenang, mudah dijangkau, serta memberikan rasa aman bagi kucing. 3. Jenis Pasir Tidak Disukai Setiap kucing memiliki preferensi berbeda terhadap tekstur dan aroma pasir. Jika baru mengganti jenis pasir lalu kucing mulai buang air sembarangan, kemungkinan besar ia belum merasa nyaman dengan pasir tersebut. 4. Stres atau Perubahan Lingkungan Kucing dapat mengalami stres akibat berbagai perubahan, seperti:-
Pindah rumah.
Kehadiran anggota keluarga baru.
Datangnya hewan peliharaan lain.
Perubahan tata letak rumah.
Suara bising yang terus-menerus.
-
Infeksi saluran kemih.
Batu kandung kemih.
Gangguan ginjal.
Diabetes.
Gangguan pencernaan.
-
Bersihkan Litter Box Setiap Hari - Buang kotoran minimal satu hingga dua kali sehari agar kotak pasir tetap bersih dan nyaman digunakan.
Sediakan Litter Box yang Cukup - Jika memelihara lebih dari satu kucing, gunakan aturan jumlah litter box = jumlah kucing + satu. Sebagai contoh, dua ekor kucing idealnya memiliki tiga kotak pasir.
Gunakan Pasir yang Disukai Kucing - Jika harus mengganti jenis pasir, lakukan secara bertahap agar kucing memiliki waktu untuk beradaptasi.
Pilih Ukuran Kotak Pasir yang Tepat - Pastikan litter box cukup besar sehingga kucing dapat berputar dan menggali pasir dengan nyaman.
Bersihkan Area yang Pernah Dikotori - Gunakan pembersih khusus yang mampu menghilangkan bau urine secara menyeluruh. Jika aroma urine masih tertinggal, kucing cenderung akan kembali buang air di lokasi yang sama karena menganggapnya sebagai wilayahnya.
Kurangi Sumber Stres - Berikan waktu bermain, tempat beristirahat yang nyaman, serta ruang yang tenang agar kucing merasa lebih aman. Bila baru pindah rumah atau ada perubahan lingkungan, beri kesempatan bagi kucing untuk beradaptasi secara bertahap.
Rutin Memeriksakan Kesehatan Kucing - Pemeriksaan ke dokter hewan secara berkala dapat membantu mendeteksi penyakit sejak dini, terutama jika perilaku buang air sembarangan muncul tanpa penyebab yang jelas.
-
Kucing tiba-tiba berhenti menggunakan litter box.
Buang air kecil sangat sering atau justru sulit keluar.
Urine bercampur darah.
Kucing tampak kesakitan saat buang air.
Nafsu makan menurun atau tubuh terlihat lemas.