PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Kasus ditemukannya makanan yang mengandung formalin masih sesekali mencuat di berbagai daerah. Meski pemerintah telah melarang penggunaan formalin sebagai bahan tambahan pangan, masih ada oknum pedagang yang nekat menggunakannya demi keuntungan tertentu.
Padahal, formalin merupakan bahan kimia yang diperuntukkan bagi keperluan industri dan pengawetan spesimen biologis, bukan untuk dikonsumsi manusia. Penggunaannya pada makanan dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan, terutama jika dikonsumsi secara berulang dalam jangka panjang. Apa Itu Formalin? Formalin adalah larutan yang mengandung formaldehida, zat kimia yang memiliki sifat antimikroba sehingga mampu menghambat pertumbuhan bakteri, jamur, dan mikroorganisme lainnya. Karena sifat tersebut, formalin banyak digunakan untuk keperluan industri, laboratorium, serta pengawetan jaringan biologis. Namun, zat ini tidak boleh digunakan sebagai bahan tambahan makanan karena berpotensi membahayakan kesehatan. Mengapa Ada Pedagang yang Menggunakannya? Sebagian oknum pedagang menggunakan formalin karena dianggap mampu memperpanjang masa simpan makanan. Dengan begitu, produk tidak cepat rusak dan kerugian akibat makanan yang tidak laku dapat ditekan. Beberapa alasan yang sering menjadi pemicu penyalahgunaan formalin antara lain:-
Membuat makanan lebih awet, bahkan tanpa disimpan di lemari pendingin.
Menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur sehingga makanan tidak cepat membusuk.
Menekan kerugian usaha, terutama pada produk yang memiliki masa simpan pendek.
Menjaga tampilan makanan agar terlihat segar lebih lama.
-
Tahu.
Mi basah.
Ikan segar.
Ikan asin.
Bakso.
Produk olahan laut tertentu.
-
Mual dan muntah.
Nyeri perut.
Diare.
Iritasi pada mulut dan tenggorokan.
-
Tidak mudah basi meski disimpan pada suhu ruang dalam waktu lama.
Teksturnya sangat kenyal atau terlalu keras untuk jenis makanan tertentu.
Tidak dihinggapi lalat meskipun dibiarkan terbuka.
Memiliki aroma yang tidak khas atau cenderung menyengat seperti bahan kimia.
-
Belilah makanan dari pedagang atau produsen yang tepercaya.
Perhatikan kebersihan tempat penjualan.
Pilih produk yang memiliki izin edar dan kemasan yang baik jika membeli makanan olahan.
Jangan tergiur harga yang terlalu murah dibandingkan harga pasar.
Laporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya.