PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Earphone telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, belajar, hingga menikmati musik. Seiring berkembangnya teknologi, masyarakat kini memiliki dua pilihan utama, yakni earphone kabel dan earphone Bluetooth atau nirkabel.
Tak sedikit orang yang bertanya, apakah earphone Bluetooth lebih berbahaya karena memancarkan gelombang radio? Atau justru earphone kabel lebih aman? Para ahli menyebut, faktor yang paling berpengaruh terhadap kesehatan telinga bukanlah jenis earphone, melainkan volume suara dan durasi penggunaannya. Apakah Earphone Bluetooth Lebih Berbahaya? Earphone Bluetooth bekerja menggunakan gelombang radio berdaya rendah untuk menghubungkan perangkat. Daya pancarnya jauh lebih kecil dibandingkan telepon seluler saat melakukan panggilan. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa paparan gelombang radio dari perangkat Bluetooth yang memenuhi standar keselamatan dapat menyebabkan gangguan pendengaran atau masalah kesehatan lainnya. Artinya, baik earphone Bluetooth maupun kabel pada dasarnya sama-sama aman digunakan apabila berasal dari produk yang memenuhi standar keamanan dan dipakai sesuai anjuran. Risiko Terbesar Justru Datang dari Volume Suara Gangguan pendengaran lebih sering dipicu oleh paparan suara keras dalam waktu lama daripada jenis earphone yang digunakan. Suara dengan intensitas tinggi dapat merusak sel-sel rambut halus di dalam koklea (rumah siput) yang berfungsi mengubah getaran suara menjadi sinyal menuju otak. Kerusakan pada sel tersebut bersifat permanen dan tidak dapat diperbaiki. Semakin keras volume yang didengarkan, semakin singkat pula waktu aman untuk menggunakannya. Earphone Kabel vs Bluetooth Earphone Kabel Kelebihan:-
Kualitas suara cenderung stabil.
Tidak memerlukan baterai.
Minim gangguan koneksi.
Latensi lebih rendah, cocok untuk bermain gim atau editing audio.
-
Kabel mudah kusut atau rusak.
Kurang praktis saat beraktivitas.
Berisiko tersangkut saat digunakan.
-
Lebih praktis tanpa kabel.
Nyaman digunakan saat berolahraga.
Banyak dilengkapi fitur Active Noise Cancellation (ANC).
Mudah terhubung dengan berbagai perangkat.
-
Memerlukan pengisian daya.
Kualitas suara bergantung pada codec dan koneksi.
Harga umumnya lebih mahal dibandingkan earphone kabel dengan kualitas suara yang setara.
-
Telinga berdenging (tinnitus).
Pendengaran terasa berkurang setelah mendengarkan musik.
Telinga terasa penuh atau tidak nyaman.
Sulit mendengar percakapan di tempat ramai.
Harus menaikkan volume televisi atau ponsel lebih tinggi dari biasanya.
-
Batasi volume maksimal sekitar 60 persen.
Hindari penggunaan terus-menerus selama berjam-jam.
Berikan jeda istirahat setiap satu jam.
Gunakan fitur noise cancellation bila berada di lingkungan bising agar tidak perlu menaikkan volume.
Bersihkan earphone secara berkala untuk mencegah penumpukan kotoran dan bakteri.
Hindari memakai earphone saat tidur karena dapat membuat durasi paparan suara menjadi terlalu lama.