Mulai dari Rp5.000 Per Hari: Rahasia Menabung Walau Gaji Pas-pasan

Mulai dari Rp5.000 Per Hari: Rahasia Menabung Walau Gaji Pas-pasan

--Ilustrasi gambar

PAPUATENGAH.DISWAY.ID - "Gaji segitu mana bisa nabung?" Mungkin kalimat itu sering terdengar atau bahkan terlintas di benak banyak pekerja dengan penghasilan pas-pasan. Padahal, menurut perencana keuangan, justru saat gaji kecil itulah kebiasaan menabung harus mulai dibangun. Bukan soal besarannya, tapi soal konsistensi.

Perencana keuangan dari Finansia Consulting, Eko Pratomo, CFP, mengungkapkan bahwa banyak orang salah kaprah mengartikan menabung.

"Orang pikir menabung harus ribuan atau jutaan setiap bulan. Padahal menabung cukup mulai dari 5-10 persen dari penghasilan, berapapun jumlahnya. Yang penting rutin. Gaji kecil justru jadi latihan terbaik untuk disiplin keuangan," jelas Eko.

Lantas, bagaimana caranya? Berikut strategi yang bisa diterapkan.

1. Terapkan Metode 50/30/20 versi Mini

Metode klasik ini bisa disesuaikan untuk gaji kecil. Alokasikan:

  • 50% untuk kebutuhan pokok (makan, transport, listrik, air)
  • 30% untuk keperluan sekunder (pulsa, internet, hiburan sederhana)
  • 20% untuk tabungan dan dana darurat

Jika 20% terasa berat, mulai dari 10% atau bahkan 5%. Yang penting konsisten.

"Jangan lihat persentasenya kecil. Contoh: gaji Rp2 juta, 5% saja Rp100.000. Dalam setahun sudah Rp1,2 juta tanpa terasa. Itu sudah cukup untuk dana darurat awal," tambah Eko.

2. Pisahkan Rekening Tabungan Sejak Hari Gajian

Kesalahan terbesar: menabung dari sisa uang di akhir bulan. Hasilnya, biasanya tidak ada sisa.

Lakukan sebaliknya. Begitu gaji masuk, langsung pindahkan nominal tabungan (misal Rp50.000–Rp100.000) ke rekening terpisah yang tidak mudah diakses. Rekening tanpa ATM atau kartu debit lebih baik.

3. Gunakan Aplikasi Nabung Otomatis

Manfaatkan teknologi. Banyak bank digital dan aplikasi keuangan yang menyediakan fitur autodebit atau round-up (membulatkan belanja ke atas, selisihnya ditabung).

Contoh: Setiap belanja Rp15.500, dibulatkan jadi Rp16.000, maka Rp500 masuk tabungan. Tanpa disadari, uang kecil ini mengumpul.

4. Kurangi Pengeluaran "Kopi dan Rokok" Secara Bertahap

Bukan melarang total, tapi kurangi. Satu kali beli kopi susu kekinian bisa Rp25.000–Rp35.000. Jika seminggu tiga kali, itu sudah Rp100.000 lebih. Uang itu bisa dialihkan ke tabungan.

Rencana bertahap: Minggu pertama kurangi satu kali, minggu kedua kurangi dua kali, dan seterusnya.

5. Terapkan Tantangan Menabung Harian

Tantangan ini viral dan terbukti ampuh. Contoh:

  • Tantangan Rp5.000/hari → sebulan Rp150.000
  • Tantangan Rp10.000/hari → sebulan Rp300.000

Simpan dalam celengan atau amplop. Jangan simpan di dompet digital yang mudah dipakai belanja.

6. Cari Penghasilan Tambahan dari Hobi atau Skill

Menabung dari gaji kecil memang berat jika hanya mengandalkan penghematan. Dra. Siti Aminah, dosen ekonomi keluarga dari Universitas Negeri Malang, menyarankan:

"Daripada pusing memotong ini itu, lebih baik cari tambahan pemasukan. Jaman sekarang banyak peluang: jualan online, jadi afiliasi, atau kerja freelance kecil-kecilan. Tidak perlu besar, yang penting ada tambahan untuk ditabung."

7. Evaluasi Bulanan dan Rayakan Kemajuan Kecil

Setiap akhir bulan, lihat kembali tabungan. Meski hanya bertambah Rp50.000, itu adalah kemenangan. Beri apresiasi pada diri sendiri (tanpa menghabiskan tabungan, tentunya).

"Motivasi adalah kunci. Kalau merasa gagal karena hanya bisa nabung sedikit, orang akan berhenti. Padahal kalau terus rutin, dalam 2-3 tahun akan terlihat hasilnya," pungkas Eko Pratomo.

Hal yang Harus Dihindari Saat Gaji Kecil

  • Foya-foya di awal bulan lalu bertahan dengan mi instan di akhir bulan.
  • Berutang konsumtif (paylater, pinjol) untuk gaya hidup.
  • Membandingkan tabungan dengan orang lain yang penghasilannya lebih besar.

Cara menabung dengan gaji kecil bukanlah ilmu rumit. Cukup mulai dari:

  • Sisihkan berapapun (5-10% dari gaji)
  • Pisahkan rekening tabungan
  • Otomatiskan proses nabung
  • Kurangi pengeluaran kecil yang tidak terasa
  • Konsisten dan jangan menyerah

Bukan besarannya yang penting, tapi kebiasaannya. Dengan disiplin, gaji kecil pun bisa menghasilkan tabungan yang berarti di masa depan

Sumber: