Muesli atau Rolled Oats, Mana yang Lebih Baik untuk Sarapan? Ini Perbedaannya
--Ilustrasi gambar
PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Bagi yang sedang mencari pilihan sarapan praktis dan lebih mengenyangkan, muesli dan rolled oats sering masuk dalam daftar makanan yang dianggap sehat. Keduanya sama-sama berbahan dasar oat, tetapi sebenarnya memiliki bentuk, komposisi, cara penyajian, hingga kandungan gizi yang bisa berbeda.
Sekilas tampak mirip, terutama karena rolled oats juga kerap menjadi salah satu bahan utama dalam muesli. Namun, keduanya bukanlah produk yang sama.
Memahami perbedaan muesli dan rolled oats penting, terutama bagi orang yang sedang mengatur pola makan, mengurangi asupan gula, atau memperhatikan jumlah kalori harian.
Apa Itu rolled oats?
rolled oats atau old-fashioned oats merupakan oat utuh yang telah melalui proses pengukusan, kemudian dipipihkan menggunakan roller hingga berbentuk serpihan.
Proses tersebut membuat rolled oats lebih cepat dimasak dibandingkan oat utuh, tetapi tetap mempertahankan kandungan serat dan nutrisi penting dari oat.
Dalam sekitar 40 gram rolled oats kering, terdapat kurang lebih 150 kalori, 5 gram protein, 4 gram serat dan 27 gram karbohidrat. Angka tersebut dapat berbeda tergantung merek dan produk yang digunakan.
Salah satu komponen yang menjadi perhatian dari oat adalah beta-glucan, yaitu jenis serat larut yang dikaitkan dengan manfaat terhadap kesehatan jantung dan kadar kolesterol.
Lalu, Apa Itu muesli?
Berbeda dari rolled oats yang merupakan satu jenis olahan oat, muesli adalah campuran beberapa bahan makanan.
muesli umumnya menggunakan rolled oats sebagai bahan utama, kemudian dicampur dengan bahan lain seperti kacang-kacangan, biji-bijian dan buah kering. Beberapa produk juga dapat menggunakan bahan tambahan lain sesuai formulasi produsennya.
Karena terdiri dari berbagai bahan, kandungan gizi muesli dapat berbeda cukup jauh antara satu produk dan produk lainnya.
muesli tanpa tambahan gula tentu memiliki profil yang berbeda dengan produk yang banyak mengandung buah kering, cokelat, pemanis atau bahan tambahan lainnya.
muesli vs rolled oats: Apa Perbedaannya?
Perbedaan paling sederhana adalah rolled oats merupakan bahan dasar, sedangkan muesli merupakan campuran makanan yang dapat menggunakan rolled oats sebagai salah satu komponennya.
| Perbandingan | rolled oats | muesli |
|---|---|---|
| Bentuk | Serpihan oat | Campuran berbagai bahan |
| Bahan utama | oat | Umumnya oat + kacang/biji/buah kering |
| Tambahan bahan | Biasanya tidak ada | Bergantung produk |
| Cara konsumsi | Bisa dimasak atau dibuat overnight oats | Umumnya langsung dicampur susu/yogurt atau direndam |
| Gula | Produk plain umumnya tanpa gula tambahan | Bergantung komposisi |
| Kalori | Relatif lebih mudah dihitung | Dapat meningkat karena tambahan kacang, biji, buah kering atau pemanis |
Artinya, membandingkan muesli dan rolled oats dari sisi kesehatan tidak cukup hanya melihat namanya. Komposisi produk dan ukuran porsinya juga perlu diperhatikan.
Mana yang Lebih Rendah Gula?
Untuk menjawab pertanyaan ini, konsumen perlu melihat label nutrisi dan daftar bahan.
rolled oats plain biasanya hanya berupa oat tanpa tambahan gula. Sementara itu, muesli dapat mengandung buah kering yang secara alami menyumbang gula, atau bahkan pemanis tambahan pada produk tertentu.
Sebagai gambaran, data referensi dari NHS mencantumkan rolled oats sekitar 30 gram karbohidrat per 50 gram, sedangkan muesli tanpa tambahan gula sekitar 25–26 gram karbohidrat per 40 gram. Namun, ukuran porsi dan komposisi produk berbeda sehingga angka tersebut tidak dapat digunakan untuk menggeneralisasi semua merek.
Karena itu, jangan hanya melihat tulisan seperti "healthy", "whole grain", atau "high fiber" pada kemasan. Periksa juga gula, serat, ukuran porsi dan daftar bahan.
Mana yang Lebih Cocok untuk Menjaga Berat Badan?
Keduanya dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang. Namun, rolled oats plain lebih mudah dikontrol porsinya karena hanya terdiri dari oat.
muesli juga dapat menjadi pilihan, tetapi kandungan kalorinya bisa bertambah ketika di dalamnya terdapat kacang, biji-bijian, buah kering, cokelat atau pemanis dalam jumlah cukup banyak.
Dengan kata lain, bukan berarti muesli otomatis lebih tinggi kalori atau rolled oats selalu lebih baik. Komposisi produk dan jumlah yang dikonsumsi tetap menjadi faktor penting.
Untuk orang yang sedang mengatur berat badan, rolled oats dapat dibuat menjadi menu sederhana dengan susu rendah lemak atau susu tanpa gula, kemudian ditambahkan buah segar secukupnya.
Sementara itu, jika memilih muesli, sebaiknya perhatikan produk yang tidak memiliki tambahan gula berlebihan dan sesuaikan porsinya.
Bagaimana Cara Mengonsumsi rolled oats?
rolled oats cukup fleksibel untuk diolah menjadi berbagai menu. Salah satunya adalah oatmeal dengan cara memasaknya bersama air atau susu.
Pilihan lainnya adalah overnight oats, yakni rolled oats yang direndam bersama susu atau yogurt dan disimpan di dalam lemari pendingin selama beberapa jam atau semalaman.
Buah segar, seperti pisang, apel, stroberi atau pepaya, dapat ditambahkan sebagai pelengkap. Kacang dan biji-bijian juga bisa digunakan, tetapi porsinya perlu diperhatikan karena relatif padat kalori.
American Heart Association juga merekomendasikan oatmeal dengan buah dan kacang tanpa garam sebagai salah satu cara menikmati oat dalam pola makan sehat.
Bagaimana Cara Memilih muesli?
Saat membeli muesli kemasan, jangan berhenti pada bagian depan kemasan. Luangkan waktu untuk membaca nutrition facts dan daftar bahan.
Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
- Pilih produk dengan tambahan gula yang rendah.
- Perhatikan jumlah serat per porsi.
- Cek apakah terdapat buah kering dalam jumlah besar.
- Perhatikan tambahan cokelat atau pemanis.
- Bandingkan ukuran porsi antarproduk.
- Pilih produk dengan komposisi bahan yang sederhana jika ingin lebih mudah mengontrol asupan.
muesli sendiri dapat menjadi pilihan sarapan yang kaya serat dan protein ketika dibuat dari kombinasi oat, kacang, biji-bijian, buah dan susu atau yogurt.
Jadi, Pilih muesli atau rolled oats?
Tidak ada satu pilihan yang harus selalu digunakan oleh semua orang.
rolled oats menawarkan fleksibilitas dan komposisi yang lebih sederhana sehingga konsumen lebih mudah mengatur tambahan gula, buah dan sumber lemak.
Sementara itu, muesli menawarkan kepraktisan karena sejumlah bahan seperti kacang, biji-bijian dan buah kering sudah tercampur di dalamnya.
Kunci utamanya adalah memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan memperhatikan porsinya. Jika tujuan utamanya adalah mengontrol kalori atau gula, produk plain atau tanpa tambahan gula dapat lebih mudah disesuaikan dengan pola makan sehari-hari.
Pada akhirnya, baik muesli maupun rolled oats dapat menjadi bagian dari sarapan sehat. Yang paling menentukan bukan sekadar nama produknya, melainkan komposisi, porsi, serta bahan tambahan yang digunakan.
Sumber: