Jangan Salah Waktu! Ini Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Makan Seafood
--Ilustrasi gambar
PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Seafood atau makanan laut menjadi salah satu sumber protein hewani yang banyak digemari. Udang, ikan, cumi-cumi, kepiting, hingga kerang tidak hanya menawarkan cita rasa khas, tetapi juga mengandung berbagai nutrisi penting bagi tubuh, seperti protein, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral.
Namun, muncul pertanyaan yang cukup sering dibicarakan: sebenarnya lebih baik makan Seafood pada siang atau malam hari?
Sebagian orang beranggapan bahwa Seafood lebih baik dikonsumsi pada siang hari karena tubuh masih aktif melakukan berbagai kegiatan. Ada pula yang menghindari makanan laut pada malam hari karena khawatir proses pencernaan menjadi lebih lambat atau mengganggu kualitas tidur.
Lantas, apakah waktu konsumsi Seafood benar-benar memengaruhi manfaat nutrisinya?
Pada dasarnya, belum ada bukti ilmiah kuat yang menunjukkan bahwa Seafood secara umum harus dikonsumsi pada siang hari dan dihindari pada malam hari. Tubuh tetap dapat mencerna protein dan menyerap nutrisi makanan laut kapan pun dikonsumsi.
Meski demikian, waktu makan, ukuran porsi, cara pengolahan, serta kondisi kesehatan seseorang tetap perlu diperhatikan.
Mengapa Seafood Sering Dianjurkan sebagai Menu Makan Siang?
Makan siang merupakan salah satu waktu yang tepat untuk memasukkan Seafood ke dalam menu harian. Kandungan protein berkualitas tinggi di dalamnya dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi sekaligus menjaga rasa kenyang lebih lama.
Protein juga berperan penting dalam mempertahankan massa otot, memperbaiki jaringan tubuh, dan mendukung berbagai fungsi metabolisme.
Selain itu, beberapa jenis Seafood, terutama ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan makarel, mengandung asam lemak omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan jantung dan otak.
Mengonsumsi Seafood saat makan siang juga memberikan kesempatan bagi tubuh untuk menggunakan energi dari makanan tersebut dalam menunjang aktivitas sepanjang hari.
Namun, bukan berarti manfaat protein Seafood hanya dapat diperoleh jika dikonsumsi pada siang hari. Kandungan gizinya tetap bermanfaat ketika dimakan pada waktu lain.
Apakah Makan Seafood pada Malam Hari Tidak Baik untuk Kesehatan?
Anggapan bahwa Seafood tidak boleh dikonsumsi malam hari sebenarnya tidak sepenuhnya tepat.
Tidak ada aturan kesehatan umum yang melarang seseorang makan ikan, udang, atau cumi-cumi setelah matahari terbenam. Selama bahan makanan masih segar, diolah dengan benar, dan dikonsumsi dalam porsi yang sesuai, Seafood tetap dapat menjadi pilihan makan malam yang sehat.
Bahkan, protein dari ikan dapat menjadi bagian dari menu makan malam seimbang.
Hal yang perlu diperhatikan justru adalah waktu makan dan cara pengolahannya. Makan terlalu banyak atau mengonsumsi hidangan yang sangat berminyak, pedas, dan bersantan menjelang tidur dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada pencernaan.
Bagi orang yang memiliki masalah asam lambung atau refluks gastroesofageal (GERD), makan terlalu dekat dengan waktu tidur juga berpotensi memperburuk gejala.
Karena itu, penderita GERD umumnya dianjurkan memberi jarak sekitar 2–3 jam antara waktu makan dan berbaring atau tidur.
5 Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Saat Mengonsumsi Seafood
Alih-alih hanya berfokus pada waktu makan, ada beberapa hal yang sebenarnya lebih penting untuk diperhatikan agar konsumsi Seafood memberikan manfaat optimal.
1. Perhatikan Kandungan Protein dan omega-3
Seafood memiliki kandungan nutrisi yang beragam. Ikan seperti salmon, sarden, tuna, dan makarel merupakan sumber protein sekaligus omega-3.
Asam lemak omega-3, khususnya EPA dan DHA, berperan dalam mendukung kesehatan jantung, fungsi otak, dan berbagai proses penting dalam tubuh.
Sementara itu, udang, cumi-cumi, dan kerang juga menyediakan protein serta mineral seperti selenium, zinc, dan zat besi, meskipun kandungannya berbeda-beda.
Mengonsumsi Seafood secara bervariasi dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.
2. Pilih Cara Memasak yang Lebih Sehat
Cara pengolahan Seafood dapat memengaruhi kualitas hidangan secara keseluruhan.
Ikan atau udang yang digoreng dengan banyak minyak tentu memiliki kandungan lemak dan kalori tambahan dibandingkan yang dikukus, direbus, atau dipanggang.
Untuk menjaga keseimbangan nutrisi, pilih metode memasak yang lebih sederhana, seperti:
- Mengukus ikan dengan bumbu rempah.
- Memanggang ikan dengan sedikit minyak.
- Merebus udang atau membuat sup Seafood.
- Menumis cumi-cumi dengan sedikit minyak dan sayuran.
Pengolahan sederhana juga membantu mempertahankan cita rasa alami Seafood tanpa harus menambahkan terlalu banyak garam atau saus tinggi gula.
3. Hindari Makan dalam Porsi Berlebihan Menjelang Tidur
Makan malam tetap penting untuk memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi tubuh. Namun, porsi yang terlalu besar menjelang tidur dapat membuat sistem pencernaan bekerja ketika tubuh mulai beristirahat.
Kondisi ini dapat menimbulkan rasa begah, kembung, atau ketidaknyamanan, terutama bagi orang yang memiliki gangguan pencernaan.
Jika ingin mengonsumsi Seafood pada malam hari, pilih porsi secukupnya dan lengkapi dengan sayuran serta sumber karbohidrat yang sesuai kebutuhan.
4. Pastikan Seafood Segar dan Diolah dengan Matang
Kesegaran bahan makanan laut merupakan faktor yang jauh lebih penting dibandingkan waktu konsumsinya.
Seafood yang tidak disimpan dengan benar berisiko mengalami pertumbuhan bakteri atau kontaminasi yang dapat menyebabkan keracunan makanan.
Pastikan ikan, udang, cumi-cumi, dan kerang disimpan dalam suhu dingin sebelum dimasak. Hindari mengonsumsi Seafood yang berbau tidak normal, berubah tekstur, atau menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Selain itu, masak Seafood hingga matang dengan sempurna. Konsumsi Seafood mentah atau setengah matang memiliki risiko infeksi dan tidak dianjurkan bagi kelompok rentan, seperti ibu hamil, anak-anak, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh rendah.
5. Sesuaikan Jenis Seafood dengan Kondisi Kesehatan
Tidak semua jenis Seafood cocok dikonsumsi dalam jumlah yang sama oleh setiap orang.
Sebagian orang memiliki alergi terhadap udang, kepiting, kerang, atau jenis makanan laut lainnya. Pada kondisi tersebut, konsumsi Seafood pemicu alergi harus dihindari.
Kandungan purin pada beberapa jenis Seafood juga perlu diperhatikan oleh penderita asam urat. Sementara itu, orang yang perlu membatasi asupan natrium sebaiknya berhati-hati terhadap Seafood olahan, makanan laut asin, dan saus tinggi garam.
Perhatikan pula kandungan merkuri pada ikan tertentu. Pilih jenis ikan dengan kadar merkuri rendah dan variasikan sumber protein untuk mengurangi risiko paparan berlebihan.
Jadi, Lebih Baik Makan Seafood Siang atau Malam?
Jika dilihat dari kandungan nutrisinya, Seafood dapat dikonsumsi baik pada siang maupun malam hari. Tidak ada waktu khusus yang membuat protein, omega-3, vitamin, dan mineral di dalamnya menjadi lebih bermanfaat secara otomatis.
Makan siang bisa menjadi pilihan praktis karena membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama beraktivitas. Sementara itu, makan malam dengan Seafood juga tetap baik selama porsinya tidak berlebihan dan tidak terlalu dekat dengan waktu tidur.
Hal yang lebih menentukan adalah kualitas bahan makanan, metode memasak, ukuran porsi, serta kondisi kesehatan masing-masing individu.
Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, Seafood dapat menjadi bagian dari pola makan sehat tanpa harus membatasi konsumsinya hanya pada waktu tertentu.
bukan soal makan Seafood pada siang atau malam hari, melainkan bagaimana memilih, mengolah, dan mengonsumsinya secara tepat agar manfaat gizinya dapat diperoleh secara optimal.
Sumber: