Bukan Mitos Semata, Ini Pantangan Jelang Imlek yang Perlu Diketahui

Bukan Mitos Semata, Ini Pantangan Jelang Imlek yang Perlu Diketahui

Bukan Mitos Semata, Ini Pantangan Jelang Imlek yang Perlu Diketahui-ilustrasi-

PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Perayaan Tahun Baru Imlek tidak hanya dipenuhi tradisi membawa keberuntungan, tetapi juga sejumlah pantangan. Ada beberapa hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan menjelang Imlek (pantangan) karena dipercaya dapat membawa energi kurang baik ke tahun yang baru.

Meski tidak semua orang memaknainya secara harfiah, pantangan ini tetap dijaga sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya leluhur.

1. Bertengkar atau Mengucapkan Kata-Kata Kasar

Menjelang Imlek, suasana hati dan ucapan sangat dijaga. Kata-kata negatif dipercaya dapat membawa energi buruk di awal tahun. Karena itu, keluarga biasanya berusaha menjaga keharmonisan dan menghindari konflik.

2. Memecahkan Barang

Barang pecah seperti piring atau gelas dianggap sebagai simbol perpecahan atau kerugian. Jika tidak sengaja terjadi, sebagian orang akan segera mengucapkan doa atau kata-kata baik untuk menetralisir maknanya.

3. Berutang atau Menagih Utang Secara Kasar

Secara tradisi, menyisakan utang hingga pergantian tahun dianggap kurang baik. Namun menagih dengan cara keras juga dihindari agar tidak memicu perselisihan yang dapat memengaruhi keberuntungan.

4. Memotong Rambut Tepat Sebelum Imlek

Beberapa kepercayaan menyebutkan bahwa memotong rambut di hari-hari awal tahun baru bisa bermakna “memotong” keberuntungan. Karena itu, banyak orang memilih merapikan diri beberapa hari sebelumnya.

5. Mengenakan Warna Hitam atau Putih Berlebihan

Warna hitam dan putih identik dengan suasana duka dalam budaya Tionghoa. Menjelang Imlek, warna cerah seperti merah dan emas lebih dianjurkan karena melambangkan kebahagiaan dan kemakmuran.

6. Menyapu di Hari Pertama Imlek

Meski bersih-bersih dianjurkan sebelum Imlek, aktivitas menyapu tepat di hari pertama biasanya dihindari. Filosofinya, rezeki yang baru datang dikhawatirkan ikut “tersapu”.

Tradisi yang Dimaknai sebagai Pengingat

Seiring perkembangan zaman, pantangan menjelang Imlek lebih dipahami sebagai simbol kehati-hatian dan refleksi diri. Intinya bukan sekadar takut sial, melainkan menjaga suasana hati, hubungan keluarga, serta optimisme menyambut tahun baru.

Hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan menjelang Imlek (pantangan) pada akhirnya menjadi bagian dari cara masyarakat menjaga harmoni dan harapan agar tahun yang datang membawa keberuntungan.

Sumber: