Jangan Salah! Ini Daftar Orang yang Boleh Memberikan dan Menerima Angpao
Jangan Salah! Ini Daftar Orang yang Boleh Memberikan dan Menerima Angpao-ilustrasi-
PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Tradisi berbagi angpao selalu menjadi momen yang paling dinanti saat perayaan Tahun Baru Imlek. Namun, masih banyak yang bertanya-tanya: siapa saja yang boleh memberikan angpao dan siapa yang boleh menerima angpao?
Angpao bukan sekadar amplop merah berisi uang. Di dalam budaya Tionghoa, angpao melambangkan doa, harapan baik, dan keberuntungan untuk tahun yang baru.
Siapa yang Boleh Memberikan Angpao?
Secara tradisi, angpao diberikan oleh mereka yang sudah menikah kepada yang belum menikah. Status pernikahan menjadi penanda utama, bukan usia atau jabatan.
Artinya, seseorang yang sudah menikah—meskipun usianya lebih muda—tetap memiliki kewajiban moral untuk memberikan angpao kepada kerabat atau saudara yang belum menikah, termasuk yang usianya lebih tua.
Dalam budaya Tionghoa, orang yang telah menikah dianggap sudah “mapan” secara kehidupan dan diharapkan dapat berbagi rezeki serta keberkahan kepada generasi di bawahnya.
Selain itu, orang tua juga memberikan angpao kepada anak-anaknya sebagai simbol doa agar mereka tumbuh sehat, panjang umur, dan penuh keberuntungan.
BACA JUGA:Tradisi Menjelang Imlek, Warisan Budaya yang Menyatukan Keluarga
Siapa yang Boleh Menerima Angpao?
Penerima angpao umumnya adalah:
- Anak-anak
- Remaja
- Orang dewasa yang belum menikah
- Anggota keluarga yang lebih muda secara generasi
Namun dalam praktik modern, ada pula perusahaan yang memberikan angpao kepada karyawan sebagai bentuk apresiasi saat perayaan Imlek. Meski demikian, konteks ini lebih bersifat bonus atau simbol perayaan, bukan aturan adat yang baku.
Apakah Nominal Angpao Ada Aturannya?
Tidak ada ketentuan pasti mengenai jumlah uang dalam angpao. Namun biasanya nominal disesuaikan dengan kemampuan pemberi. Yang terpenting adalah makna dan doa baik di dalamnya.
Secara tradisional, angka genap sering dipilih karena melambangkan keseimbangan dan keberuntungan. Angka 8 misalnya, kerap dianggap membawa hoki dalam budaya Tionghoa.
BACA JUGA:Imlek 2575 Kongzili: Merayakan Harmoni dan Melacak Jejak Perayaan di Nusantara
Makna Filosofis di Balik Angpao
Warna merah pada amplop dipercaya melambangkan keberuntungan dan mampu mengusir energi negatif. Memberikan angpao bukan sekadar memberi uang, tetapi juga berbagi doa dan harapan.
Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun dan tetap lestari hingga kini, termasuk di Indonesia yang memiliki komunitas Tionghoa cukup besar.
Jadi, menjawab pertanyaan siapa saja yang boleh memberikan angpao dan siapa yang boleh menerima angpao, jawabannya terletak pada status pernikahan dan garis generasi dalam keluarga.
Mereka yang sudah menikah memberikan kepada yang belum menikah serta kepada generasi yang lebih muda. Sementara anak-anak dan individu yang belum menikah berhak menerima sebagai simbol doa dan keberuntungan.
Memahami etika ini penting agar tradisi tetap terjaga dan tidak menimbulkan kesalahpahaman saat perayaan Imlek berlangsung.
Sumber: