Makan Banyak tapi Tetap Kurus, Ini 6 Penyebab yang Perlu Diketahui

Selasa 04-08-2026,12:26 WIB
Reporter : Rifaa Ayuni
Editor : Rifaa Ayuni

PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Pernahkah Anda mengenal seseorang yang mampu makan dalam porsi besar setiap hari, tetapi tubuhnya tetap langsing? Kondisi ini sering membuat banyak orang penasaran, bahkan memunculkan anggapan bahwa orang tersebut memiliki "metabolisme super".

Faktanya, berat badan seseorang tidak hanya ditentukan oleh jumlah makanan yang dikonsumsi. Ada berbagai faktor yang memengaruhi keseimbangan antara kalori yang masuk dan energi yang dikeluarkan tubuh.

Pada sebagian orang, makan banyak tetapi tetap kurus merupakan kondisi yang normal. Namun, dalam beberapa kasus, hal tersebut juga dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan tertentu.

1. Metabolisme Tubuh yang Lebih Cepat

Setiap orang memiliki laju metabolisme yang berbeda. Orang dengan metabolisme lebih tinggi cenderung membakar kalori lebih cepat, bahkan saat sedang beristirahat. Kondisi ini membuat tubuh membutuhkan lebih banyak energi sehingga kalori yang masuk lebih cepat digunakan dibandingkan disimpan sebagai lemak.

2. Faktor Genetik

Gen juga berperan dalam menentukan bentuk tubuh, distribusi lemak, hingga kecepatan metabolisme. Jika anggota keluarga memiliki tubuh cenderung kurus, kemungkinan karakteristik tersebut juga dapat diturunkan kepada generasi berikutnya.

3. Aktivitas Fisik yang Tinggi

Sebagian orang tampak makan dalam jumlah banyak, tetapi tanpa disadari mereka juga sangat aktif bergerak. Berjalan kaki, menaiki tangga, bekerja secara fisik, hingga kebiasaan bergerak kecil sepanjang hari dapat meningkatkan pembakaran kalori sehingga berat badan tetap stabil.

4. Pola Makan Belum Tentu Sebanyak yang Terlihat

Tidak jarang seseorang terlihat makan dalam porsi besar saat bersama teman atau keluarga, tetapi sebenarnya frekuensi makannya sedikit sepanjang hari. Akibatnya, total asupan kalori harian tetap sesuai atau bahkan lebih rendah dibanding kebutuhan tubuh.

5. Massa Otot Lebih Banyak

Orang yang rutin berolahraga, terutama latihan kekuatan, umumnya memiliki massa otot lebih besar. Otot membutuhkan lebih banyak energi dibandingkan jaringan lemak, sehingga tubuh membakar kalori lebih banyak meskipun sedang beristirahat.

6. Kondisi Medis Tertentu

Dalam beberapa kasus, tubuh yang tetap kurus meski makan banyak dapat berkaitan dengan masalah kesehatan, seperti:

    Hipertiroidisme. Diabetes yang belum terdiagnosis. Gangguan penyerapan nutrisi di usus. Infeksi kronis. Gangguan saluran pencernaan tertentu.
Apabila penurunan berat badan terjadi tanpa sebab yang jelas atau disertai keluhan lain, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Kapan Harus Waspada?

Makan banyak tetapi berat badan tetap tidak bertambah perlu mendapat perhatian apabila disertai gejala seperti:

    Berat badan turun drastis tanpa program diet. Nafsu makan meningkat secara berlebihan. Mudah lelah. Jantung berdebar. Diare berkepanjangan. Sering merasa haus dan buang air kecil.
Gejala tersebut dapat mengarah pada kondisi medis yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Cara Menjaga Berat Badan Tetap Sehat

Baik memiliki tubuh kurus maupun gemuk, yang terpenting adalah menjaga kesehatan secara menyeluruh.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

    Mengonsumsi makanan bergizi seimbang. Memenuhi kebutuhan protein setiap hari. Rutin berolahraga. Tidur yang cukup. Mengelola stres dengan baik. Melakukan pemeriksaan kesehatan bila berat badan berubah drastis tanpa penyebab yang jelas.
Makan banyak tetapi tetap kurus tidak selalu menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh metabolisme yang cepat, faktor genetik, aktivitas fisik tinggi, hingga komposisi massa otot.

Namun, apabila tubuh tetap kurus disertai penurunan berat badan tanpa sebab, nafsu makan yang meningkat drastis, atau gejala lain yang mengganggu, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Kategori :

Terpopuler