Nisfu Sya’ban, Momentum Spiritual Menjelang Bulan Suci

Senin 02-02-2026,21:28 WIB
Reporter : Rifaa Ayuni
Editor : Rifaa Ayuni

PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Di tengah perjalanan bulan Sya’ban, umat Islam mengenal satu malam yang kerap diisi dengan doa dan refleksi diri, yakni malam Nisfu Sya’ban. Malam pertengahan bulan ini dipandang memiliki makna spiritual yang mendalam, terutama sebagai pengantar menuju bulan suci Ramadhan.

Nisfu Sya’ban jatuh pada malam tanggal 15 bulan Sya’ban dalam kalender Hijriah. Bagi sebagian umat Islam, malam ini menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah, memohon ampunan, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.

Keutamaan Nisfu Sya’ban sering dikaitkan dengan kesempatan memperbanyak doa dan istighfar. Malam ini dimaknai sebagai waktu untuk mengevaluasi diri atas perjalanan ibadah yang telah dilalui, sekaligus mempersiapkan hati dan niat menyambut Ramadhan.

Selain itu, Nisfu Sya’ban juga dipahami sebagai momen untuk membersihkan hati dari rasa dengki, amarah, dan permusuhan. Banyak umat Islam memanfaatkan malam ini untuk memperbaiki silaturahmi dan menumbuhkan sikap saling memaafkan, sebagai bagian dari persiapan spiritual.

Amalan yang biasa dilakukan pada malam Nisfu Sya’ban beragam, mulai dari memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, hingga melaksanakan shalat sunnah. Meski terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama terkait bentuk amalan tertentu, semangat memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan tetap menjadi inti dari peringatan malam tersebut.

Di tengah kesibukan kehidupan modern, keutamaan Nisfu Sya’ban mengingatkan umat Islam untuk sejenak berhenti, menenangkan hati, dan kembali menata hubungan spiritual. Malam ini menjadi ruang refleksi, bahwa perjalanan menuju Ramadhan bukan hanya soal ritual, tetapi juga kesiapan jiwa.

Dengan memaknai Nisfu Sya’ban secara bijak, umat Islam diharapkan dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih bersih dan niat yang lebih lurus.

Kategori :