PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Memar pada tubuh merupakan kondisi yang umum terjadi setelah seseorang mengalami benturan atau cedera ringan. Ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi kebiruan, keunguan, hingga kekuningan, memar biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.
Meski sebagian besar memar tidak berbahaya, ada kalanya kondisi ini menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan medis. Karena itu, penting untuk memahami penyebab memar, cara penanganannya, serta tanda-tanda yang tidak boleh diabaikan. Apa Itu Memar? Memar atau kontusio terjadi ketika pembuluh darah kecil (kapiler) di bawah permukaan kulit pecah akibat benturan. Darah kemudian merembes ke jaringan di sekitarnya sehingga menimbulkan perubahan warna pada kulit. Karena kulit tidak terluka atau robek, darah tetap terperangkap di bawah permukaan kulit hingga akhirnya diserap kembali oleh tubuh secara alami. Penyebab Memar pada Tubuh Memar dapat muncul karena berbagai faktor, antara lain:-
Benturan atau Cedera - Ini merupakan penyebab paling umum. Benturan saat berolahraga, terjatuh, atau tidak sengaja menabrak benda keras dapat menyebabkan pembuluh darah kecil pecah.
Aktivitas Fisik Berat - Olahraga dengan intensitas tinggi atau aktivitas yang melibatkan gerakan berulang dapat memicu robeknya pembuluh darah halus, terutama pada otot yang bekerja keras.
Pertambahan Usia - Seiring bertambahnya usia, kulit menjadi lebih tipis dan lapisan lemak pelindung di bawah kulit berkurang. Akibatnya, pembuluh darah lebih mudah pecah meski hanya mengalami benturan ringan.
Kekurangan Vitamin Tertentu - Asupan vitamin C dan vitamin K yang tidak mencukupi dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah serta proses pembekuan darah, sehingga tubuh lebih mudah mengalami memar.
Efek Samping Obat - Beberapa jenis obat dapat meningkatkan risiko memar, terutama obat pengencer darah, aspirin, kortikosteroid, atau obat antiinflamasi tertentu. Penggunaan obat tersebut harus sesuai dengan anjuran dokter.
Gangguan Pembekuan Darah - Pada sebagian kasus, memar yang sering muncul tanpa penyebab jelas dapat berkaitan dengan gangguan pembekuan darah atau penyakit tertentu yang memengaruhi jumlah dan fungsi trombosit.
-
Merah: Muncul sesaat setelah benturan akibat darah yang baru keluar dari pembuluh darah.
Biru atau ungu: Terjadi dalam satu hingga dua hari pertama karena kadar oksigen pada darah mulai berkurang.
Hijau: Menandakan tubuh mulai memecah hemoglobin menjadi senyawa lain.
Kuning hingga kecokelatan: Menjadi tanda bahwa memar sedang dalam tahap akhir penyembuhan sebelum akhirnya menghilang.
-
Kompres Dingin - Tempelkan kompres dingin atau es yang dibungkus kain selama 15–20 menit setiap beberapa jam dalam 24–48 jam pertama setelah cedera. Cara ini membantu mengurangi perdarahan di bawah kulit dan pembengkakan.
Istirahatkan Bagian yang Cedera - Kurangi aktivitas yang melibatkan area tubuh yang memar agar proses penyembuhan berlangsung lebih cepat.
Tinggikan Bagian Tubuh yang Memar - Jika memungkinkan, posisikan bagian tubuh yang memar lebih tinggi dari jantung untuk membantu mengurangi pembengkakan.
Kompres Hangat - Setelah dua hari pertama, kompres hangat dapat membantu melancarkan aliran darah sehingga proses penyerapan memar menjadi lebih cepat.
Konsumsi Makanan Bergizi - Perbanyak makanan yang mengandung vitamin C, vitamin K, protein, dan zat besi untuk membantu mempercepat pemulihan jaringan.
-
Memar muncul tanpa benturan atau penyebab yang jelas.
Memar sering terjadi dan jumlahnya semakin banyak.
Ukuran memar sangat besar atau terasa sangat nyeri.
Memar tidak membaik setelah dua hingga tiga minggu.
Disertai perdarahan pada gusi, mimisan yang sering, atau mudah berdarah di bagian tubuh lain.
Memar muncul setelah mengonsumsi obat tertentu dan semakin sering terjadi.
-
Gunakan alat pelindung saat berolahraga.
Jaga rumah tetap aman untuk mengurangi risiko terjatuh.
Konsumsi makanan bergizi yang kaya vitamin C dan vitamin K.
Berolahraga secara teratur untuk menjaga kekuatan otot dan keseimbangan tubuh.
Konsultasikan penggunaan obat yang dapat meningkatkan risiko perdarahan dengan dokter.