Mimisan pada Anak: Ini Penyebab Umum dan Cara Tepat Mengatasinya
--Ilustrasi gambar
PAPUATENGAH.DISWAY.ID - Mimisan pada anak sering kali membuat orang tua khawatir, meski kondisi ini umumnya tidak berbahaya. Dalam dunia medis, mimisan dikenal sebagai epistaksis, yaitu keluarnya darah dari hidung akibat pecahnya pembuluh darah kecil di dalam rongga hidung.
Kondisi ini cukup umum terjadi pada anak-anak, terutama karena struktur pembuluh darah di hidung mereka masih sensitif dan mudah pecah. Namun, penting bagi orang tua untuk memahami apa saja penyebabnya agar bisa menangani dengan tepat.
Penyebab Mimisan pada Anak
Ada beberapa faktor yang dapat memicu mimisan pada anak, di antaranya:
- Udara Kering - Lingkungan dengan udara kering, baik karena cuaca panas maupun penggunaan pendingin ruangan, dapat membuat lapisan dalam hidung menjadi kering dan mudah terluka.
- Kebiasaan Mengorek Hidung - Anak-anak sering kali tanpa sadar mengorek hidung terlalu dalam atau terlalu keras, yang dapat melukai pembuluh darah kecil di dalamnya.
- Infeksi Saluran Pernapasan - Pilek, flu, atau sinusitis dapat menyebabkan iritasi pada hidung sehingga lebih rentan mengalami perdarahan.
- Alergi - Reaksi alergi yang menyebabkan gatal pada hidung bisa membuat anak sering menggosok atau mengorek hidung, sehingga memicu mimisan.
- Cedera atau Benturan - Benturan pada hidung saat bermain atau terjatuh juga bisa menjadi penyebab mimisan.
- Faktor Medis Tertentu - Meski jarang, mimisan berulang bisa terkait dengan gangguan pembekuan darah atau kondisi kesehatan lainnya.
Cara Mengatasi Mimisan pada Anak
Saat anak mengalami mimisan, orang tua disarankan untuk tetap tenang dan melakukan langkah-langkah berikut:
1. Posisikan Anak Duduk Tegak
Mintalah anak duduk dengan posisi kepala sedikit condong ke depan. Hindari menengadahkan kepala karena darah bisa mengalir ke tenggorokan.
2. Tekan Hidung Selama 10 Menit
Cubut atau tekan bagian lunak hidung dengan lembut selama sekitar 10 menit tanpa dilepas.
3. Kompres Dingin
Tempelkan kompres dingin di area hidung atau pangkal hidung untuk membantu menghentikan perdarahan.
4. Hindari Mengorek Hidung Setelahnya
Setelah mimisan berhenti, pastikan anak tidak mengorek hidung agar luka tidak kembali terbuka.
5. Gunakan Pelembap Udara
Jika penyebabnya udara kering, penggunaan humidifier dapat membantu menjaga kelembapan udara.
Kapan Harus ke Dokter?
Orang tua perlu waspada dan segera membawa anak ke dokter jika:
- Mimisan terjadi terlalu sering
- Perdarahan berlangsung lebih dari 20 menit
- Mimisan terjadi setelah cedera berat
- Disertai gejala lain seperti mudah memar atau lemas
BACA JUGA:Anak Susah Makan Pagi? Coba 5 Menu Sarapan Sehat untuk Balita Ini, Dijamin Disukai
Mimisan pada anak umumnya bukan kondisi serius, tetapi tetap perlu perhatian. Dengan mengetahui penyebab dan cara penanganannya, orang tua dapat lebih siap menghadapi situasi ini tanpa panik.
Sumber: